Holiday II : Rimba Papua Hotel

Lagi-lagi berlibur ke Timika? Tidak bosan apa? Haha jawabannya adalah “sama sekali tidak”. Sudah saya bilang, ini destinasi wisata paling utamaku kalau liburan. Memang, tidak banyak tempat yang bisa dikunjungi, sedikit sekali malah. Tapi justru, bisa jadi tempat-tempat inilah yang belum tentu ada di kota-kota lain. Salah satunya ya, Hotel Rimba Papua ini. Limited edition, cuma di Timika! 😀

Hampir dua minggu saya menghabsikan waktu libur di Timika, berkunjung ke rumah sanak saudara, bertemu teman-teman lama dan ngumpul bersama keluarga di rumah. Waktu melesat tidak terasa, dua hari lagi saya harus pulang. Rutinitas akan kembali menyapa.

Demi memanfaatkan sisa-sisa waktu yang tidak banyak itu, alhamdulillah diberi kesempatan nginap di RPH—mencari suasana baru. Hanya sehari, tapi itu cukup.

PERJALANAN RUMAH-HOTEL

Pukul 12.00 WIT, dengan berbekal tas ransel berukuran tanggung, saya, ayah dan dua adik saya siap meluncur ke sana. Jaraknya sekitar 4 km dari rumah. Jalanan lengang, hanya sedikit kendaraan yang berlalu-lalang. Menyaksikan pemandangan macet di kota itu sangat langka sekali.

Perjalanan menuju ke sana awalnya sama seperti di kota-kota biasa, pemandangan rumah-rumah berjejeran di sepanjang jalan, toko kelontong, rumah makan, masjid, hingga toko oleh-oleh. Memasuki area Bandara, mulai berkurang, di sebelah kiri ada hamparan pasir yang luas berpagar jaring-jaring kawat, sesekali kita bisa menyaksikan pesawat dari kejauhan sedang landing atau take-off. Sedangkan di sisi kanan berjejeran pohon-pohon cemara, rumput tinggi berwarna hijau hingga kekuningan, danau—sangat asri. Semakin jauh memasuki kawasan ini akan tidak ditemukan lagi hamparan pasir, hanya pepohonan dan danau di sisi kiri, gardu listrik di sisi kanan. Kemudian akan menemukan bundaran kecil di dekat check point.

Setelah melintasi bundaran, berbelok ke kanan ada sebuah danau lagi yang dikelilingi rumput-rumput hijau, dulunya disebut ‘Batu Tiga’ penduduk memberi nama seperti itu karena di pinggir danau  ini ada beberapa tumpukan tiga batu besar, entah sudah dipindahkan kemana, kawasan ini dijaga ketat sekarang. Selanjutnya, hanya akan ada pepohonan di kedua sisi. Semakin tidak terasa terik matahari, sejuk sekali.

Kami sampai 20 menit kemudian. Sesuai dengan namanya ‘Rimba papua’, hotel ini persis berada di tengah-tengah hutan! Jauh dari pemukiman warga.

rimba-papua_ge

sumber: google.com

Dari parkiran, kami berjalan kaki kecil menuju front office hotel, saya suka sekali pemandangannya. Hamparan rumput hijau berbukit kecil, pohon-pohon dan tanaman hias yang tertata rapi, juga lampu-lampu jalan akan ditemukan setiap 3 meter—bentuknya seperti jamur. Terus melewati jalan setapak, ada jembatan kecil dengan empat tiang dan atap jerami diselimuti bunga-bunga terompet berwarna kuning terang, menggantung cantik.

Semakin dekat dengan tujuan, terdengar gemercik air lembut, tepat di depan Loby hotel ini ada  air mancur, tiga patung asmat berdiri gagah di tengah kolam. Kami  langsung disambut ramah oleh petugas yang berjaga didepan pintu, mempersilakan masuk.

INTERIOR HOTEL

Saya duduk di kursi rotan panjang dengan bantalan busa yang empuk persis di depan reseptionist. Sambil menunggu proses check-in, mata saya sibuk menelusuri setiap sudut ruangan. Di depan saya ada dua buah tangga bermaterial kayu, bentuknya simetris. Di antaranya diletakkan pot bunga besar. Sayangnya saya tidak sempat mengambil gambar di sini.

Setelah proses check-in selesai, kami diantar oleh petugas hotel menuju kamar, menaiki tangga sebelah kanan. Persis di puncak tangga, kami disambut dengan beberapa patung asmat nan artistik juga beberapa lukisan khas suku Papua. Mengikuti langkah petugas, kami berbelok dan menuruni tangga kecil, ada dua lorong, petugas mengarahkan ke kanan. Lorong ini berlantai kayu dengan window screen di sepanjang lorong membuat kami bisa menikmati pemandangan saat melintasinya. Kemudian ada pintu penghubung ke sebuah ruangan, di ruangan ini ada beberapa kamar dan sebuah tangga di sebelah kiri juga vas bunga, kami terus berjalan. Eh ada lorong lagi, diujung lorong itu lagi-lagi ada pintu penghubung, ruangan dengan tangga di sebelah kiri, vas bunga dan beberapa kamar—sama persis seperti lorong sebelumnya. Begitu seterusnya. Bangunan hotel ini sepertinya didesain simetris. Mungkin kalau tadi kami menuju lorong sebelah kiri, modelnya akan sama persis.

Setelah melintasi lorong-kamar-lorong-kamar, akhirnya petugas itu berhenti di sebuah kamar sebelah kanan—dekat dengan pintu keluar, saya lupa nomor kamarnya. Oh iya, hotel ini menggunakan cardlock, jadi kuncinya tidak terlihat seperti kunci pada umumnya, melainkan berbentuk seperti kartu atm—kunci elektronik.

2059

Memasuki ruangan, wajah saya diterpa udara hangat. Yang pertama kali ditemukan adalah sebuah lemari pakaian yang menyatu dengan dinding di sisi kiri lagi-lagi bermaterial kayu, iseng membuka lemari ternyata di dalamnya disediakan beberapa handuk, sendal, meja setrika lengkap dengan setrika uap, dan beberapa hanger. Sejajar dengan itu ada pintu kamar mandi. Di sisi kanan hanya ada dinding bermaterial batu alam.

Saya melewati pintu penghubung, baru akan terasa udara sejuk. Ada sebuah tempat tidur jenis double bad, dengan meja kecil di kedua sisinya. Dinding dan plafon yang didominasi warna cream, lantai kayu berwarna gold, sera terpaan cahaya lampu kuning lembut menambah kesan homey, nyaman sekali. Belum lagi di setiap sisi dindingnya diberi hiasan khas suku Asmat dan Kamoro—mempercantik tampilan ruangan.

2107.JPG

Menuju ke balcon hotel, ada dua kursi berbentuk setengah lingkaran dan satu meja bundar di tengah, juga vas bunga. Di sekeliling balcon dipasangi trail jaring yang terbuat dari aluminium, warnanya coklat gelap. Memandang ke luar, mata saya disuguhi pemandangan kolam renang (pool view) dari atas balcon.

2105

Nyaman sekali untuk bersantai, apalagi balcon ini dilengkapi music player, ada port USBnya pula. Jadi bisa dihubungkan ke handphone atau flashdisk.

Ruangan antara balcon dan kamar tidur ini dipisahkan oleh dua buah pintu kaca dengan tirai coklat muda menjuntai.

Yang menjadi favorit saya adalah sebuah meja berukuran sekitar 1×2 meter di sudut kamar, seperti meja kerja. Di atasnya ada  album “Guest Service Directory” yang berisi informasi mulai dari jadwal check-out, jam buka kolam, laundry, restaurant, no telepon penting hotel, hingga informasi arah kiblat, semua akan ditemukan di sana. Ini dia salah satu halaman yang sempat saya foto, kebetulan di bagian menu makanan 😀

2082

Nah, di sebelah buku ini ada telepon dan sebuah lampu hitam setinggi setengah meter. Meja ini bersimpulan dengan cermin besar menyatu dengan dinding, menambah kesan luas ruangan. Waktu pertama melihat saya sampai keliru, mengira ada ruangan  lain di sana, ternyata hanya pantulan cermin.

20672065

Saya tidak tahu persis itu kamar tipe apa. Superior, Executive, atau Deluxe kah? Entahlah, saya kurang paham masalah ini.

Konstruksi hotel ini didominasi dengan material kayu dan batu alam. Membuat suasananya semakin natural. Hotel yang dibangun di atas tanah seluas 60 hektar ini sangat dekat dengan alam, dikelilingi hutan dan hamparan rumput hijau nan indah. Menambah kental gaya country-nya.

SWIMMING POOL

Melangkah ke eksterior hotel, dengan lanscape yang luas dan tertata dengan baik, di sana ada beberapa fasilitas yang disediakan, seperti taman bermain, gazebo, dan yang menarik perhatian pengunjung tentunya kolam renang.

Kolam renang ini didesain sangat natural. Berbeda dengan bentuk kolam renang pada umumnya, kolam renang ini bentuknya berkelok, dikelilingi pohon kelapa dan beberapa tumpukan batu besar. Juga disediakan kursi-kursi santai di tepi kolam. Bisa dibilang ini kolam renang rasa pantai 😀 keren lah.

1171

1166.JPGPelayanannya pun sangat baik. Juga kalau lapar, di dekat kolam ini ada restaurant, di sana pengunjung bisa memesan makanan atau minuman. Menunya beragam, mulai dari dessert, makanan berat, camilan, jus, dll. Waktu itu sy pesan nasi goreng + orange juice, yang lain kentang goreng, milk shake, ice cappucino. Harganya standar lah (soalnya bukan saya yang bayar) haha.

2061.JPG

Saking asyiknya berenang, sampai lupa waktu. Si om yang berjaga di kolam mengingatkan kalau pengunjung yang bisa berenang hanya yang terdaftar nginap di hotel. Sedangkan waktu itu kami sudah checkout. Hihi maaf ya om. Padahal saya tau loh aturan ini😆

2060

Ah, tempat ini, walaupun sudah beberapa kali berkunjung tetap saja tidak bosan, pengen datang lagi dan lagi.

Sebenarnya masih banyak fasilitas yang di sediakan di tempat ini. Tapi sepertinya cerita saya sudah cukup panjang 😀

Sampai ketemu lagi di next post!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s